Wow! Ternyata Tokoh Fiksi Anime Bungou Stray Dogs Adalah Para Tokoh Sastra Terkenal Jepang

Bungou Stray Dogs bukan saja anime yang menarik dari segi cerita yang menceritakan tentang dektektif-detektif hebat yang memiliki kekuatan khusus dalam memecahkan kasus yang tidak dapat ditangani oleh pihak kepolisian.

Namun itu looh..

Ternyata nama tokoh-tokoh fiksi dari anime ini diambil dari nama para tokoh sastra terkenal Jepang!

Dan tidak hanya sampai di situ nama kekuatan dari para tokoh fiksinya pun ada juga yang diambil dari nama karya terkenal mereka.

Penasaran?? Tenang.. admin uda review in sedikit tentang biografi mereka^_^

Nakajima Atsushi

Nakajima Atsushi lahir di Tokyo, 5 Mei 1909 – meninggal 4 Desember 1942, adalah seorang penulis bahasa Jepang.

Nakajima menderita penyakit asma berat dan meninggal setahun kemudian karena pneunomia.

Karya-karyanya berupa light novel Wind and Dreams berdasarkan kisah hidup Robert Louis Stevenson dan cerpen kontroversial tentang Micronesia. The Moon Over The Mountain juga cerpen karyanya yang diterjemahkan oleh Paul McCarty dan Nobuko Ochner.

Dazai Osamu

Dazai Osamu 太宰 治  lahir di Prefektur Aomori, 19 Juni 1909 – meninggal di Mitaka, Tokyo, 13 Juni 1948 pada umur 38 tahun adalah penulis dari zaman Showa di Jepang. Nama aslinya Tsushima Shūji.

Selain dikenal mengarang cerita pendek dan novel dengan gaya autobiografi, Dazai juga pernah menulis naskah sandiwara Shin Hamlet ( The New Hamlet ) dan dongeng Otogizōshi ( Fairy Tales ).

Dimulai dari novel perdananya pada tahun 1933 yaitu novel dengan judul Gyakkō ( Regression ) dicalonkan sebagai penerima penghargaan Akutagawa 1935 .

Tsugaru , Otogizōshi, Hashire Merosu ( Run, Melos! ), Shayō ( The Setting Sun ), dan Ningen Shikkaku ( No Longer Human) termasuk di antara adikarya Osamu Dazai. Dan ketiga karya yang disebut terakhir sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris pada pertengahan 1950-an .

Dazai menulis dengan penuh senda gurau, ironi, kesedihan, hingga penghancuran diri, hingga dikelompokkan bersama Ango Sakaguchi dan Jun Ishikawa sebagai penulis dekaden “angkatan gesaku baru” dan buraiha. Sejak masih di bangku kuliah, Dazai berulang kali mencoba bunuh diri atau bunuh diri bersama ( shinjū). Pada 13 Juni 1948, ia tewas bunuh diri bersama Tomie Yamazaki kekasihnya, setelah menenggelamkan diri ke Sungai Tama.

Kunikida Doppo

Kunikida Doppo 国木田 独歩 , lahir di Chōshi, Chiba , 15 Juli 1871 – meninggal di Tokyo , 23 Juni 1908 pada umur 36 tahun adalah penulis novel dan puisi romantis Jepang dari periode Meiji . Ia dikenal sebagai salah seorang perintis naturalisme dalam sastra Jepang

Kunikida Doppo, 36 tahun, meninggal dunia pada 23 Juni 1908 setelah tertular tuberkulosis setahun sebelumnya. Makamnya berada di

Pemakaman Aoyama, Tokyo.

Ranpo Edogawa

Ranpo Edogawa lahir 21 Oktober 1894 – meninggal

28 Juli 1965 pada umur 70 tahun adalah penulis Jepang dari zaman Taishō hingga zaman Shōwa yang dikenal sebagai pengarang cerita detektif.

Seusai Perang Dunia II , ia dikenal kritikus cerita detektif yang produktif. Nama aslinya adalah Tarō Hirai (平井 太郎 Hirai Tarō). Nama pena Edogawa Rampo digunakannya karena Edgar Allan Poe ketika dibaca dengan pelafalan bahasa Jepang terdengar seperti Edogawa Rampo . Ia pernah menjabat ketua Perkumpulan Penulis Misteri Jepang ( Nihon Suiri Sakka Kyōkai ) yang pertama.

Akiko Yosano

Akiko Yosano (与謝野 晶子) Yosano Akiko,  lahir dengan nama asli Sho Ho (鳳 志よう Ho Sho ) di Sakai, Osaka , Jepang, 7 Desember 1878 – meninggal di Tokyo , Jepang , 29 Mei 1942 pada umur 63 tahun adalah nama pena dari penulis Jepang, penyair ,

feminisme perintis, damai, dan pembaharu sosial, aktif pada akhir zaman Meiji serta Taisho dan awal zaman Shōwa Jepang. Nama lahirnya Shō Hō (鳳 志よう Hō Shō ). Dia adalah salah satu yang paling terkenal, dan paling kontroversial, perempuan penyair pasca-klasik Jepang.

Akutagawa Ryounosuke

Ryūnosuke Akutagawa (芥川 龍之介 Akutagawa Ryūnosuke, lahir di Tokyo, 1 Maret 1892 – meninggal di Tokyo, 24 Juli 1927 pada umur 35 tahun) adalah sastrawan Jepang yang dikenal sebagai penulis novel pendek dan cerpen. Pada tahun 1935, Kan Kikuchi mengabadikan namanya untuk hadiah sastra

Penghargaan Akutagawa .

Sebagian besar karyanya berupa cerpen, seperti

Imogayu , Yabu no Naka ( Dalam Belukar ), Jigokuhen , dan Haguruma . Cerpen-cerpen tersebut diangkat dari kisah-kisah yang terdapat dalam naskah kuno seperti

Konjaku Monogatarishū dan Uji Shūi Monogatari . Selain itu, Akutagawa juga menulis cerita untuk anak-anak, misalnya: Kumo no Ito ( Jaring Laba-laba ) dan

Toshishun.

Akutagawa tidak pernah menulis novel panjang. Novel berjudul Jashūmon dan Rojō tidak pernah diselesaikannya. Akira Kurosawa menyutradarai film

Rashomon ( 1950) yang didasarkan pada cerpen berjudul sama karya Akutagawa. Walaupun demikian, sebagian besar kejadian dalam film diambil dari cerpen lain, Yabu no Naka ( Dalam Belukar).

Akutagawa meninggal di usia muda, 35 tahun, akibat

overdosis obat. Pesan terakhir yang ditinggalkan kepada sahabatnya berbunyi, “Hanya kegelisahan yang usulnya tidak jelas” (ただぼんやりした不安 Tada bonyarishita fuan ).

Junichiro Tanizaki

Junichiro Tanizaki (谷崎 潤一郎 Tanizaki Jun’ichirō), lahir di Tokyo, 24 Juli 1886 – meninggal di Yugawara, Kanagawa , 30 Juli 1965 pada umur 79 tahun) adalah

novelis dan penulis cerpen Jepang yang aktif mulai dari akhir zaman Meiji hingga pasca- Perang Dunia II .

Sebagian karyanya menampilkan dunia seksualitas yang mengejutkan dan obsesi erotis yang destruktif. Sebagian dari karyanya yang tidak begitu sensasional, menggambarkan secara halus kehidupan keluarga dalam konteks perubahan yang sangat cepat dalam masyarakat Jepang abad ke-20. Cerita yang ditulisnya sering mengisahkan pencarian identitas budaya yang membanding-bandingkan budaya Jepang dan budaya Barat.

Namanya diabadikan dalam Penghargaan Tanizaki yang diberikan setahun sekali untuk penulis fiksi atau drama. Penghargaan ini mulai diberikan setelah Tanizaki meninggal dunia pada tahun 1965.

Kenji Miyazawa

Kenji Miyazawa (宮沢 賢治 or 宮澤 賢治) Miyazawa Kenji, lahir 27 Agustus1896 – meninggal 21 September 1933. Kenji ada seorang penyair Jepang dan penulis sastra anak dari Hanamaki, Iwate, pada zaman Taisho akhir periode Showa. Dan juga dikenal sebagai seorang guru dalam ilmu pertanian. Seorang vegetarian, pemain celo, pengikut ajaran Buddha yang setia, dan suka menghayal/pemimpi.

Kenji meninggal karena penyakit pneunomia.

yah sekian dari admin.Terima kasih.

Sumber Wikipedia

Share